Kajari Sintang Sesalkan Terdakwa Pungli Ijazah di Melawi Diputus Bebas

43
Syahnan Tanjung, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang

SINTANG-Kepala Kejaksaan Negeri Sintang menyesalkan putusan bebas terdakwa pungli pengambilan ijazah yang dilakukan oknum guru di SMA 1 Kabupaten Melawi. Ia menilai, bebasnya terdakwa yang diputus Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak tepat.

“Hakim menyatakan pengambilan ijazah tanpa paksaan. Padahal, tanpa membayar Rp200, ijazah tidak akan diberikan,” kata Syahnan pada Kapuas Post, belum lama ini.

Terkait putusan tersebut, ia menyatakan Kejaksaan Negeri Sintang akan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Saya berharap kasasi dikabulkan sesuai tuntukan kami. Yakni terdakwa dituntut pasal 12 e, ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” harapnya.

Dalam tuntutan Kejaksaan Negeri Sintang, kata Syahnan, terdakwa dituntut enam tahun penjara. “Tapi hakim putus bebas. Kan lucu, kasus pungli di Kabupaten Sintang terdakwa diputus bersalah dan terbukti. Sementara kasus Saber Pungli di Melawi, tidak terbukti,” katanya.

“Padahal udah jelas memungut uang dari siswa. Kalau ndak ngasik uang Rp200 ribu tidak bisa dapat ijazah. Benar ndak putusan itu (bebas-red)?,” tanya dia.

Ia menilai, putusan bebas pada terdakwa pungli memberikan kesan kalau oknum hakim berpihak pada penguturan liar yang menurut penyidik maupun penuntut umum merupakan praktek pungli.

“Melegalkan pengutan liar oleh sekolah merupakan preseden buruk dalam penegakan hukum. Serta preseden buruk terhadap perintah Presiden yang mengintruksikan Pungli dissikat habis,” katanya.