SKB Sintang Gelar Pendidikan Berkelanjutan Desa Vokasi

27

BUSANA KREASI : Peserta memraktekkan pembuatan busana kreasi Dayak (dok. SKB)

FOTO BERSAMA : Foto bersama Kepala SKB Sintang, Kadisdikbud Sintang, Kapolsek Sungai Tebelian dan Camat Sungai tebelian dengan peserta Pendidikan Berkelanjutan Desa Vokasi.(dok. SKB)

 

100 Warga Dilatih membuat Tenun Ikat dan Menjahit Busana Kreasi Dayak

 

SINTANG – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sintang menggelar Program Pendidikan Berkelanjutan Desa Vokasi: Pelatihan Tenun Ikat Khas Sintang dan Menjahit Busana Kreasi Dayak. Kegiatan itu dimulai Rabu (15/5) hingga Jumat pekan depan (25/5).

Pembukaan kegiatan juga dihadiri Camat Sungai Tebelian; Bernhad Saragih, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang; Lindra Azmar, hingga Kapolsek Sungai Tebelian; Ipda Diondi Asido Manik.

Kepada Harian ini, Suyatni selaku Kepala SKB Sintang menyatakan—khusus pelatihan tenun ikat khas Sintang—dilaksanakan di Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai. Kegiatan itu diikuti 60 peserta. “Sementara pelatihan menjahit busana kreasi Dayak, dilaksanakan di SKB, dan diikuti 40 peserta,” ungkap Suyatni, Rabu (15/5).

Ia menambahkan, rangkaian pelatihan itu ditujukan guna menambah keahlian warga, terutama yang menjadi peserta pelatihan. “Kami berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan peserta didik, yang berujung pada upaya membantu Pemerintah Kabupaten Sintang menekan angka pengangguran,” tutur perempuan berjilbab ini.

Berbagai pelatihan yang digelar pihaknya, menurut Suyatni juga merupakan bagian dari upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) oleh Pemkab Sintang. “Selain itu, pelatihan ini juga ditujukan agar terciptanya sejumlah home industry (industri rumah tangga-red) di desa sasaran,” timpalnya.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Disdikbud Kabupaten Sintang; Lindra Azmar menyatakan, SKB sebagai unit pelaksana teknis punya kewenangan terkait program menciptakan wirausahawan baru di kalangan perempuan dan warga Sintang.

Lindra juga mengapreasiasi atas beragamnya usia peserta yang ikut program pendidikan berkelanjutan desa vokasi ini. “Ada kalangan ibu, ada yang muda, ada yang melenial. Mereka antusias mengikuti kegiatan ini agar memiliki ketrampilan yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan di rumah,” tutur Lindra.

Ia menambahkan, kegiatan ini sendiri diharapkan bisa menggali potensi lokal, agar bisa mengurangi pengangguran dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru, khususnya di sektor industri rumah tangga.

Namun di kesempatan itu Lindra mengakui masih relatif kurangnya sarana prasarana penunjang pelatihan, terutama fasilitas menginap peserta. “Tapi tahun ini—untuk asrama sudah mulai direhab. Jadi peserta dari desa yang jauh dari SKB bisa menginap di asrama tersebut. Selain itu, kami sedang mengupayakan agar fasilitas mesin jahit (untuk pelatihan-red) tahun depan bisa ditambah unitnya,” papar Lindra.

Fasilitas menginap peserta pelatihan itu, menurut Lindra, terbilang krusial dan relatif mendesak. “Karena wilayah kerja SKB ini meliputi seluruh kabupaten Sintang dengan 14 kecamatan. Sehingga kalau ada pelatihan, warga kecamatan yang jauh dari Sungai Tebelian bisa tetap ikut,” timpalnya.

Di kesempatan itu, Kepala SKB juga berkesempatan memberikan piagam penghargaan dan bingkisan untuk empat pegawai SKB yang berprestasi.  Penyerahan piagam dan bingkisan itu disampaikan Kepala Disdikbud Sintang, Camat Sungai Tebelian, Kapolsek dan Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Non Formal Disdikbud. Apresiasi dan penghargaan ini menurut Suyatni merupakan rangkaian peringatan hari pendidikan nasional 2 Mei lalu.(budi yanto)