Pengunjung Capai Ribuan, Taman Wisata Alam Gunung Kelam Dijaga Keroyokan

68
ISTIMEWA SOSIALISASI: Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani sosilisasi mengenai pengembangan dan penataan kawasan TWA Bukit Kelam kepada para pengunjung. Selain itu, Bharata juga meminta maaf karena Sarana dan prasarana Bukit Kelam belum memadai.

Ribuan pengunjung memadati kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam selama libur lebaran Idul Fitri. TWA seluas 1.121 hektare itu pun dijaga keroyokan dengan melibatkan komunitas hingga warga sekitar kawasan.

AGUS PUJIANTO, Sintang

BHARATA Sibarani, meminta maaf. Permintaan maaf itu, ia ucapkan berkali-kali, bahkan dengan menggunakan megaphone. Suaranya terdengar nyaring di antara suara gemericik air terjun di tengah kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam. Permintaan maaf dari seorang Kepala Seksi Konservasi Wilayah II ini bukan karena dia membuat kesalahan fatal terhadap pengunjung. Akan tetapi karena Sarana dan Prasarana (Sarpas) belum terkelola dengan baik.

“Saya ucapkan selamat datang di TWA Gunung Kelam. Mohon maaf kalau Sarpas masih apa adanya. Semoga kedepan pengelolaan TWA Gunung Kelam semakin baik. TWA Gunung Kelam dibawah pegelolaan KLHK fungsinya untuk wisata dan edukasi. Yang kami jual keindahan alam. Mohon maaf kalau Sarpas belum terawat. Kedepan akan dikelola dengan baik. Hati-hati dan jaga keselamatan juga jaga kebersihan,” kata Bharata melalui pengeras suara di hadapan pengunjung.

Setiap hari, selama libur nasional Idul Fitri, Bharata selalu melakukan monitoring ke kawasan Gunung Kelam, untuk memastikan pengunjung bisa menikmati keindahan alam tanpa ada hambatan. Bharata rela tidak pulang selama libur nasional. Dia memilih menjaga kawasan: menyambut pengunjung, menenteng megaphone, sosialisasi pengembangan dan pengelolaa TWA Gunung Kelam, sekaligus meminta maaf. Itulah yang dilakukan seorang Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang selama hampir satu pekan terakhir. Dia merelakan waktu bersama keluarga demi bisa bersosialisasi dan menjaga kawasan TWA Gunung Kelam.

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam masih menjadi primadona masyarakat Kabupaten Sintang yang ingin menikmati kebersamaan bareng keluarga saat libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah. Daya tarik gunung batu Monoloit terbesar ke dua di dunia ini masih memiliki daya tarik tersendiri di hati masyarakat yang ingin menghabiskan waktu di alam terbuka.

Di hari libur nasional kemarin, pesona alam TWA Gunung Kelam menjadi daya tarik pengunjung tidak hanya dalam kota tapi juga dari luar kota. Catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Seksi Wilayah II Sintang jumlah pengunjung lebih dari 3 ribu orang.

“Antusiasme sangat besar dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung yang datang. Beragam minat pengunjung yang datang ke TWA Gunung Kelam, dari yang hanya sekadar untuk menuntaskan rasa penasarannya, sampai dengan pengunjung yang ingin menikmati kebersamaan bersama keluarganya di alam terbuka,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang P. Bharata Sibarani, Senin (10/6).

Meski jalur pendakian menuju puncak Bukit Kelam masih ditutup dengan alasan keamanan dan keselamatan pengunjung, antusiasme pengunjung masih membludak. Menurut Bharata, ditutupnya jalur pendakian karena sarana dan prasarana yang ada di jalur pendakian tidak memadai serta tidak memenuhi standar untuk pendakian.

 

Agar para wisatawan yang ingin menikmati panorama puncak TWA Gunung Kelam tidak berkecil hati, petugas Balai KSDA Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah II Sintang berupaya memberikan pengertian terhadap pengunjung bahwa dalam waktu dekat jalur pendakian tersebut akan dibuka kembali ketika pembangunan tangga Via Ferrata yang direncanakan pada tahun ini selesai.

“Jalur pendakian akan dibangun tangga Via Ferrata. Nantinya, setiap pengunjung yang akan mendaki akan didampingi oleh tenaga pendamping yang berasal dari masyarakat setempat yang  telah dilatih dan memiliki keahlian dalam teknik pendakian serta dibekali alat-alat standar pendakian,” sebut Bharata.

Penjagaan dan pengamanan TWA Gunung Kelam seluas 1.121 hektare dilakukan secara keroyokan. Tidak hanya dari petugas KSDA saja yang dilibatkan, tapi juga dari personel Manggala Agni, Komunitas Pendaki Kalimantan dan pelibatan aktif masyarakat setempat untuk tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga sosialisasi ke pengunjung agar senantiasa menjaga kebersihan.

Menurut Bharata, pelibatan aktif masyarakat setempat, pemerintah khusunya Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata untuk kelestarian kawasan Gunung Kelam sangat diperlukan agar bisa menjadi destinasi wisata andalan bukan hanya bertaraf nasional, tapi bahkan hingga international. Bharata yakin, jika Gunung Kelam semakin dikenal, maka masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan meningkat taraf ekonominya. “Saya mengajak seluruh masyarakat serta semua pihak untuk tetap menjaga kelestarian alam agar dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya. (*)