Mengenal Lebih Dekat SHG Keling Kumang, Sudah Terbentuk 113 Kelompok

9
MASUK DAUR KETIGA: Salah satu kelompok SHG peternak ayam petelur (FOTO: KRIS LUCAS)

SINTANG – Berbagai kiat dilakukan Credit Union Keling Kumang (CUKK) untuk memberdayakan anggotanya. Diantaranya dengan membentuk kelompok usaha yang disebut Self Help Group (SHG). SHG ini, adalah kelompok usaha yang beranggotakan antara 5-10 anggota CUKK. Khususnya untuk para anggota yang telah tamat mengikuti pendidikan Finansial Literasi.

Kepala Unit SHG CUKK, Melkyor Akwila, saat ditemui media ini hari Rabu (7/8), menjelaskan bahwa SHG mulai dipraktekan CUKK pada tahun 2016. Jumlah SHG yang telah berjalan saat ini ada 113 kelompok, dengan konsentrasi usaha yang berbeda-beda. Ada yang berternak ayam petelur, ayam pedaging, budidaya ikan, berkebun sayur mayur, kuliner oleh-oleh dan produksi beras. Karena lokasi SHG rata-rata di pedalaman, kendala penerangan untuk kandang ternak diatasi dengan panel surya. Semua SHG sekarang sudah memasuki daur yang ketiga dan keempat.

“Dalam satu desa atau dusun, tidak boleh ada jenis usaha yang sama, kecuali untuk pertanian padi. Dalam waktu dekat, kami akan launching beras SHG kemasan 10 Kg. Dan khusus untuk produksi kuliner oleh-oleh, SHG sudah memiliki Izin P-IRT dari Dinas Kesehatan, dan saat ini tengah berupaya untuk mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI. Kelompok SHG secara kontinyu mendapat pendampingan dari para aktivis CUKK,” terang Melkyor.

Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) CUKK, Velantinus, menginformasikan bahwa jumlah 113 kelompok SHG masih terlalu sedikit. Karena baru menyerap sekitar 1.000 anggota, jika dibandingkan dengan jumlah anggota aktif CUKK yang berjumlah 175.890 orang dengan jumlah aset Rp. 1,4 Triliun. Jumlah anggota ini,  menyebar di 65 Branch Office di lima kabupaten/kota.

Valentinus menambahkan, bahwa sudah banyak permintaan para anggota dari berbagai Branch Office. Namun beberapa masih dikaji dan masih dilakukan survei. Sekarang bahkan sudah ada anggota SHG yang menjadi Self Help Individual (SHI) atau berdiri sendiri, disamping masih tetap dalam kelompok SHG nya masing-masing. Valentinus mengakui, bahwa apa yang telah dilakukan di CUKK ini adalah hasil belajar dan studi banding di CU-CU yang ada di Asia Tenggara, seperti di Kamboja, Thailand dan Filipina.

Sejak ada kerjasama antara CUKK dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), kelompok SHG selalu menjadi sasaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) para mahasiswa dari UAJY. Hingga tahun 2019 ini, sudah lima kali mahasiswa UAJY melaksanakan KKN di SHG Keling Kumang, jumlah mahasiswanya fariatif antara 80 hingga 120 orang.

“Demikian pentingnya SHG ini, sehingga Kepala Unit SHG langsung berada dibawah CEO. Pelaporannya pun tidak melalui kepala departemen manapun. Kedepan, SHG dan SHI bukan hanya akan menjadi model usaha bagi para anggota, juga akan menjadi tulang punggung bagi CUKK,” kata Valentinus. (Kris Lucas)