Solidaridad Luncurkan Aplikasi Bentang Sawit

34
Peluncurkan aplikasi Bentang Sawit di aula Credit Union Keling Kumang, Selasa (6/7).

SINTANG – Solidaridad Indonesia meluncurkan aplikasi Bentang Sawit di aula Credit Union Keling Kumang, Selasa (6/7). Peluncuran tersebut dilakukan dengan meng-klik aplikasi secara simbolis oleh Asisten III Marchues Afen mewakili Sekda Sintang.

Country Manager Solidaridad Network Indonesia Kulbir Mehta mengatakan bahwa teknologi digital selaras dengan program yang dijalankan. Teknologi digital sangat penting bagi petani untuk membangun kemapanan terutama pada era sekarang.

“Dengan naiknya turunya harga komoditi yang sangat fluktuatif, tujuan kami adalah memperkuat peran petani. Dengan membawa teknologi digital pada petani diharapkan membantu mereka untuk memperoleh berbagai informasi secara mudah,” ucapnya.

Dikatakannya, aplikasi Bentang Sawit selain digunakan oleh Solidridad dan petani-petani anggota, diharapkan bisa juga dimanfaatkan oleh petani lain di Indonesia.

“Adanya aplikasi ini semoga bisa membantu petani terkait ISPO dan sertifikasi RSPO. Dan untuk memastikan produksi yang dihasilkan memiliki standar yang tinggi dan bisa meloloskan produk mereka untuk sertifikasi,” ucapnya.

Ketua Yayasan Solidaridad Indonesia Delima Azahari Darmawan mengatakan, program sekarang ini akan menunjang program yang lebih besar lagi. Yaitu program untuk meningkatkan taraf hidup petani. Khususnya petani sawit.

“Nah, aplikasi Bentang Sawit ini mengikuti kondisi kekinian. Melalui aplikasi atau teknologi digital, petani bisa memperoleh manfaat yang luar biasa,” katanya.

Ia mengatakan, Bentang Sawit merupakan replikasi dari beberapa aplikasi dan sudah diterapkan di India. Di India, sekitar 50 ribu petani tebu dan teh yang menggunakan apilkasi.

“Kami berharap aplikasi Bentang Sawit Indonesia dapat mereplikasi apa yang sudah dilakukan di India. Mengingat, aplikasi bentang sawit memudahkan petani untuk mendapatkan informasi penting terkait pertanian. Misalnya terkait teknologi, kebijakan bahkan informasi harga. Sehingga, petani dapat menyiapkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar,” ucapnya.

Asisten III Marchues Afen mewakili Sekda Sintang mengatakan, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas dalam subsektor perkebunan yang memberikan pengaruh signifikan baik secara sosial, ekonomi, maupun dampak negatif terhadap lingkungan. Disisi lain Pemerintah Kabupaten Sintang juga berkomitmen dalam mewujudkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

“Sebagai Kabupaten yang telah membentuk Forum Koordinasi Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan diharapkan kelapa sawit dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat dengan tetap berkomitmen terhadap prinsip dan standard Sustainable Plam Oil (SPO) baik itu RSPO maupun ISPO dalam pengelolaan kebunnya,”katanya.

Forum ini juga telah menyusun Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Sintang tahun 2018-2023 yang telah ditetapkan menjadi Peraturan Bupati Sintang nomor 87 Tahun 2018.

“Pemerintah akan mengawal dan mendorong bahwa Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan yang telah disusun akan dijalankan sesuai dengan rencana waktu yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sintang dalam Pendataan Petani dan kebun swadaya, maka aplikasi Bantang Sawit yang diinisiasi oleh Solidaridad ini juga memberikan kontribusi kepada capaian dari Rencana Aksi Daerah. Khususnya dalam penyusunan database petani kelapa sawit swadaya. Dimana sesuai target pada akhir tahun 2021 seluruh kebun petani swadaya sudah dilaksanakan pendataannya.

“Kami berharap implementasi dari platform atau aplikasi ini dapat digunakan oleh seluruh petani maupun asosisiasi petani di Kabupaten Sintang guna mendukung target pendataan petani swadaya yang telah ditetapkan,” harapnya.

Dikatakan Afen, pemerintah sangat senang dan membuka diri kepada lembaga-lembaga mitra yang mau bekerjasama untuk memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan sumber daya di Kabupaten Sintang ini menuju kearah yang lebih.

“Banyak aspek yang masih memerlukan dukungan dari lembaga mitra dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sintang. Ini yang termaktup dalam Rencana Aksi Sintang Lestari sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Sintang yang tergabung dalam Lingkar Temu kabupaten Lestari,” pungkasnya.