Profil Pembalap ART Kalimantan di Kejurnas Motoprix Region C Kalimantan Musim 2019

10

PONTIANAK – Pembalap Astra Motor Racing Team (ART) Kalimantan, terkenal dengan tekad dan semangat yang kuat saat membalap. Hal ini terlihat dari keberhasilan salah satu pembalap seniornya, Roedy Salim, yang bisa meraih posisi terbaik saat menderita cedera engkel.
Cedera engkel di kaki kiri Roedy Salim sejak Desember 2018. Paa akhir musim tersebut, ia belum bisa dikatakan sembuh 100 persen. Namun, Roedy yang notabene pembalap andalan ART Kalimantan, bisa memaksimalkan keadaannya.
Hasil terbaik tampak saat seri perdana Kejurnas Motorprix Region C Kalimantan, yang berlangsung di Sirkuit Lanay Jaya, Kutai Barat, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, Roedy tampil memukau. Bisa dikatakan, justru dirinya yang menjadi bintang di Lanay Jaya.
Bagaimana tidak, kondisi kaki kiri yang belum bisa bekerja maksimal untuk menekan tuas perseneling dilawan untuk tampil memukau. Ia bahkan mampu finis di posisi keempat, walau start dari posisi di luar 10 besar, tepatya di posisi 14.
“Sebetulnya tidak disarankan balap dari dokter, tapi saya yakin bisa balap karena saya punya banyak sahabART di Kaltim rumah saya sendiri,” kata bapak satu anak ini.
Pada race pertama, Roedy memang tidak finish,tapi bukan karena performa fisiknya. Namun lebih disebabkan karena ada trouble engine, yang membuat di race kedua harus start paling buncit di urutan 14.
“Saya yakin Allah maha adil, ada anak istri yang mengawal saya di garis start dan menunggu di garis finish. Motor juga dalam keadaan prima, jadi saya yakin bisa fight,” bebernya.
Terbukti, dari posisi 14 dirinya terus naik hingga berhasil finis di posisi 4. Dan itu pencapaian yang sangat luar biasa jika melihat kondisi fisiknya yang belum 100 persen pulih dari cedera.Ia mengakui sudah semaksimal mungkin memacu motornya.
“Apabila saya start dari posisi depan, mungkin kalau bisa saja saya dapat podium,” papar pria yang semangatnya luar biasa ini.
Sebagai manager tim ART Kalimantan, Iwan Hary Susilo juga tidak menyangka jika pembalapnya yang cedera bisa tampil maksimal di seri perdana motorprix kemarin.
”Usaha yang sangat maksimal, saya berpikir dirinya tidak bakal bisa tampil di seri pembuka. Tapi semangatnya mengalahkan rasa sakit kakinya, terima kasih usaha dan kerja kerasnya semoga bisa mencapai hasil maksimal,” ujar Iwan.
Iwan yang juga menjabat sebagai Manager Service Astra Motor Pontianak, sangat percaya akan semangat dan jiwa balap para pembalapnya. Dengan komposisi enam pembalap terbaik, baik senior maupun pembalap muda, Iwan optimis bisa meraih hasil terbaik pada musim ini.
“Di dua kelas, yaitu Novice dan Rookie, kita kuasai. Demikian pula di kelas expert yang sudah menunjukkan performa apik, di mana Yossie Legisadewo mendapat gelar juara umum pada seri kedua,” pungkasnya. (*)