DSN Group Serahkan Peralatan Cegah Karhutla Kepada 17 Desa

21
Penyerahan BA penyerahan dari DSN group kepada para pihak penerima. (FOTO: KRIS LUCAS)

SINTANG – Bertempat di halaman Mapolsek Sepauk, Jumat (13/9/2109), sebanyak 17 desa menerima bantuan peralatan pencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Masing-masing satu set. Peralatan tersebutadalah bantuan dari tiga perusahaan yang beroperasi di wilayah kecamatan Sepauk danTempunak.

Kegiatan ini dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Sintang, Arbudin dan disaksikan oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan, Gunardi. Tiga perusahaan perkebunan sawit tersebut,PT. Dharma Persada Sejahteradan PT. Prima Sawit Andalan yang beroperasi di wilayah Sepauk, serta PT. Kencana Alam Permai yang beroperasi di wilayah Sepauk dan Tempunak. Tiga perusahaan ini, bernaung dibawah group Dharma Satya Nusantara (DSN). Dalam kegiatan ini, DSN diwakili oleh Plantation Head Area Kalbar, Jonner Silaen.

Saat inspeksi jumlah dan jenis peralatan pencegahan Karhutla yang akan diserahkan

Saat dilakukan inspeksi bersama, diketahui bahwa setiap set peralatan terdiri dari; handy-talky 10 buah, mesin alcon 1 buah, pompa jinjing 2 buah, noozzle 1,5” 1 buah, selang hisap 4 m’ 1 buah, selang keluar 20 m’ 2 roll, tanki air 3.000 liter 1 buah, sekop 4 buah, gerigen 20 liter 1 buah,kaus seragam Damkar 10 helai, safety helmet 10 buah, sepatu boot api 10 pasang, kacamata goggle 10 buah, lampu kepala 10 buah, masker kepala babi 10 buah, masker biasa 1 kotak, gebyok 10 buah dan kapak 4 buah.

Desa-desa yang masuk wilayah Sepauk, terdiri Sinar Pekayau, Limau Bhakti, Bungkong baru, Tanjung Mawang, Sekubang, Bangun, Riam Kempadik, Semuntai, Nanga Layung, Sekujam Timbai, Bernayau, Kemantan dan Nanga Pari. Untuk wilayah Tempunak terdiri dari empat buah desa, yaitu Pulau Jaya, Kuala Tiga, Sungai Buluh dan Gurung Mali.

Karena kegiatan ini melibatkan dua buah kecamatan, maka selain Camat Sepauk, Chinghan nampak hadir juga Camat Tempunak, Paulinus berserta Forkopimcam Tempunak. Yang menarik, dalam kegiatan yang diawali dengan Apel yang dipimpin Arbudin ini, bergabung juga sejumlah personil dari Badan Pemadam Kebakaran Sepauk.

Arbudin yang mewakili Bupati Sintang mengatakan, Karhutla adalah merupakan problem serius yang harus kita tangani bersama. Pemerintah Kabupaten Sintang sangat mengapresiasi segala kegiatan dan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, terutama kegiatan yang dilaksanakan oleh berbagai perusahaan di wilayah Kabupaten Sintang ini.

Perusahaan harus aktif membangun komitmen dan pemahaman kepada masyarakat, bahwa Karhutla adalah masalah serius yang harus ditanggulangi bersama. Agar bencana Karhutla dapat terus diperkecil, meski harus diakui bahwa upaya untuk mengurangi Karhutla masih banyak kendala. Pemerintah berharap kegiatan seperti ini terus ditingkatkan. Bina terus hubungan dengan unsur pimpinan di desa/dusun, serta unsur masyarakat lainnya termasuk Ketua Adat dan tokoh agama.

Menurut Jonner Silaen, apa yang dilaksanakan pada hari ini adalah sebagian kecil dari kepedulian perusahaan kepada warga binaan. Penyerahan peralatan ini, per desa hanya dapat satu set yang masing-masing berisikan berbagai jenis alat. Namun jika terjadi Karhutla disuatu tempat, maka desa-desa yang berdekatan dapat berkoordinasi dan menanggulangi Karhutla bersama. Jonner juga menginformasikan, bahwa di hari yang sama telah dilakukan kegiatan serupa di Sekadau. Yaitu penyerahan peralatan pencegahan Karhutla kepada tujuh buah desa.

Camat Sepauk, Chinghan, selain menginformasikan kondisi umum kecamatan Sepauk, sebagai Kepala Wilayah turut mengapresiasi adanya kegiatan ini. Chinghan juga menekankan pentingnya kegiatan pemantauan bahaya Karhutlaagar tidak kecolongan. Jugapentingnya pelatihan penanggulangan Karhutla untukwarga desa binaan perusahaan.Dirinya juga berharap kepada para Kepala Desa, agar dapat menjaga dengan baik peralatan yang sudah ada ini. Ucapan terima kasih juga datang dari Kepala Desa Bernayau, Miau Sudiarto mewakili semua Kepala Desa yang hadir.

Tuan rumah acara, Kapolsek Sepauk Iptu Suwaris juga merasa bangga telah dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan. Kapolres dan Bupati saat dilapori adanya acara ini, sebetulnya ingin hadir dan minta acara dapat ditunda, namun menurut pihak DSN undangan sudah diedarkan. Suwaris juga mengatakan bahwa betapa besarnya tekanan terhadap TNI/Polri dalam hal Karhutla. Namun Kepala Desa dan warga lah yang selalu menjadi ujung tombak, setidaknya dalam menginformasikan terjadinya Karhutla.

“Dalam melakukan pembinaan, masyarakat jangan ditakut-takuti tapi disentuh hatinya. Saya yakin kedepan Karhutla akan semakin berkurang. Selainpihak perusahaan semakin waspada juga karena generasi baru pun jarang ada yang berminat berladang lagi,” ucap Kapolsek Sepauk. (Kris Lucas)